background image

2009-02-03

Islam dan Bisnis

Bismillahirohmanirrohim

Islam adalah agama yang syumul, komprehensif, dan integral. Semua bidang hidup diatur dalam Islam. Tak hanya menurus diri sendiri seperti makan, berpakaian dan tidur, akan tetapi Islam juga mengurus hal-hal yang besar dan kompleks seperti negara dan pemerintahan. Ekonomi pun masuk dalam urusan Islam, bahkan salah satu penopang yang sangat dianjrukan kepada setiap muslim. Dalam sebuah hadits Rasulullah pernah bersabda:"Perhatikan oleh mu sekalian perdagangan, sesungguhnya di dunia perdagangan itu ada sembilan dari sepuluh pintu rezeki". dan dalam Al Qur an surah Al-Baqoroh ayat 275, Allah berfirman "Allah telah menghalalkan perdagangan dan melarang riba".

Kalau kita melihat kondisi saat ini, umat Islam sangat terpojok. Salah satu alasannya antara lain, kondisi ekonomi ummat Islam yang sangat lemah. Bahkan tidak sedikit negara-negara berpenduduk Muslim yang bergantung pada ekonomi kapitalis yang dimotori oleh Barat. Setidaknya, harus ada usaha agar ummat ini bisa bangkit dan menjadi mercusuar bagi ekonomi dunia. Kalau kita meliah negara-negara Timur Tengah, meraka bukanlah negara-negara yang miskin, bukan pula negara-negara yang sedang merangkak dalam bidang ekonomi, tetapi mereka merasa bangga dengan kondisinya saat ini tanpa memikirkan masih banyak negara-negara muslim yang harus dibantu. Begitulah kondisi ekonomi makro, begitu rumit dan sukar untuk dimengerti karena seringkali dipengaruhi oleh kondisi politik yang berkembang secara global.

Ternyata Islam tidak membahas ekonomi secara parsial, kaan tetapi lengkap beserta contohnya. Ingat, Sebelum jadi Rosul, Muhammad SAW adalah seorang pebisnis handal dengan segala sifat yang dimiliki beliau yang membuat beliau menjadi pedagang yang sangat disenangi tidak hanya oleh pembelinya bahkan oleh pemilik modal. Ini adalah contoh nyata yang bisa ditiru dan dijadikan panutan bagi kita yang ingin berbisnis model Islam. secara singkat kita akan mengenal istilah Etika Bisnis Islam.

Etika Bisnis Islam


Salah satu tujuan diutusnya Rosulullah adalah untuk memperbaiki akhlaq manusia. Salah satu kunci etika berbisnis adalah keluhuran akhlaq. akhlak yang baik adalah modal dasar yang akan melahirkan praktik bisnis yang etis dan moralis. Salah satu dari akhlaq berbisnis adalah kejujuran. Dalam sebuah hadits, Rosulullah saw bersabda "Tetapkanlah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan mengantarkan kepada surga".

Akhlaq lain yang harus dijaga adalah amanah. Rosulullah saw bersabda "Tidak ada iman bagi orang yang tidak punya amanat (tidak dapat dipercaya), dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji" dan "pedagang yang jujur dan amanah (tempatnya di surga) bersama para nabi, Shiddiqin (orang yang jujur) dan para syuhada". Dalam surah Al-Maidah Allah berfirman "Hai orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu". Ini pula etika bisnis dalam Islam yakni konsekuen terhadap akad dan pernjanjian. dan ALLAH juga menekankan dalam surah Al-Isra ayat 34 bahwa "Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya".

Ummat Islam harus bangkit dan memimpin dunia.